Langsung ke konten utama

Proses Melepaskan Untuk Kesekian Kalinya

Entah sudah berapa kali aku berada di posisi ini..
Proses melepaskanmu untuk kesekian kali,
Dan aku terjebak dalam problematika perasaanku yang kusut, perasaan yang kurajut tak tentu arah..
Aku menangis setiap kali ada dalam situasi ini, aku tidak bisa bekerja sama dengan hati dan otakku yang enggan sinkron, aku tidak bisa mengontrol apapun dalam ketidak mengertianku ini..

Berkali-kali aku mencoba melepaskanmu dengan segala macam cara, dan semua selalu berakhir dengan kekalahanku.
Aku ingin keluar dari zona menyakitkan ini, sungguh ada sesuatu yang tidak nyaman saat kenyataan mempertemukan ku dengan keharusan diri untuk melepaskanmu, "melepaskanmu", sesuatu yang sebenarnya paling ku hindari sejak mengenalmu, tapi aku yang malah memujudkan situasi ini..

Aku takut jika kali ini aku tak benar-benar melepaskanmu, aku yang akan terluka karena melihatmu bahagia bersamanya, kebahagiaan yang tidak bisa ku penuhi dalam hidupmu,

Proses melepaskan ini begitu lelah, kadang aku aku ingin berputar arah dan meninggalkan semua, tapi aku tidak bisa melumpuhkan ingatanku.. Aku tidak tahu kapan aku akan benar-benar melepaskanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.