Langsung ke konten utama

In A Dream

Dalam kesunyian dunia itu.. aku menemukan sebuah rasa pilu yang terasa ngilu menggelitik hati.. alasannya sederhana, kau hadir di mimpiku dengan tiba-tiba!!
kau?! berani-beraninya menunjukan diri padaku lagi! bukankah kau sudah ku lepaskan sejak lama.. sejak aku tidak bisa mewujudkanmu ke dalam dunia nyata! lalu apa alasanmu kembali tersenyum di sudut sana! aku tidak mau merindukanmu lagi, memikirkanmu lagi bahkan mengharapkanmu lagi..!!

Mencintaimu adalah beban terbesar dalam hidupku, dulu penantian panjang itu terasa begitu melelahkan tapi bodohnya aku tetap bertahan..
aku tidak ingin merasakan sesak di dada lagi karena begitu merindukanmu, tapi kau tidak mau tahu!
aku tidak ingin merasakan nyeri ketika kau di depanku, tapi kau tidak ingin memandangku sama sekali!
aku bertekad membencimu!! aku berusaha melakukan segalanya untuk mengenyahkanmu dalam hidupku..!!

Tapi semalam, setelah kau menghilang sekian lama.. kau datang kembali menemuiku! kau bahkan melihatku dan tersenyum padaku seindah dulu! keterlaluan! aku bahkan menikmati senyumanmu itu.. aku bahkan rasanya bisa merasakan debaran jantungku yang hebat! bagaimana mungkin kau bisa melakukan semua itu dalam mimpiku? bagaimana mungkin kau mengambil alih mimpiku?! dan lebih anehnya lagi aku merasa aku masih mencintaimu.. perasaan yang ku pikir hilang tiba-tiba kembali dan tak berkurang sedikitpun.

aku merindukanmu.. merindukan segala hal bodoh tentang cintaku yang bertepuk sebelah tangan untukmu.
aku merindukanmu.. sampai rasanya aku ingin mengulang mimpiku, hanya untuk menikmati perasaan itu sekali lagi saja..






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

Maaf

Entah mengapa aku mulai tak suka dengan kata Maaf.. Kata yang menyadarkan aku bahwa kamu tak akan ada di sisi ku. Setiap kamu mengatakan kata maaf kamu tak akan datang, kamu tak akan menelepon kamu tak akan ini itu, kamu akan menghilang. Aku semakin tak menyukai kata Maaf, karena kamu terlalu sering mengucapkannya, dan semakin sering, kamu semakin sering membuatku sedih. Aku tahu, kamu lebih baik memilih kata maaf dari pada meninggalkanku tanpa kabar.. Aku tahu, aku tahu.. Tapi yang aku ingin tahu kamu hanya sudah berdiri di depanku, tanpa maaf.. Saat kamu tak bisa datang, aku mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa menelepon, aku masih mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa membalas pesan ku, aku masih coba mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu menghilang tanpa kabar berminggu-minggu, aku masih berusaha coba mengerti kata Maaf mu.. Kenapa aku bisa sekuat itu? Jawabannya sederhana, karena aku mencintaimu.. Sampai entah mulai sejak kapan kata Maaf mu seperti sesuatu yang ...