Langsung ke konten utama

Nonton :D

Siang itu aku sudah mematut diriku dicermin berulang-ulang kali, sudah cantik kah aku ?
Aku harus cantik, karena kamu yang akan melihatku.

Kamu duduk didepanku, dengan raut wajah yang sama, seperti biasanya..
Kamu terlihat tampan..

Hari itu kita merasakan kebisingan jalanan karena aku memaksamu menemaniku menonton. Meskipun aku tahu kamu mungkin sedang tak ingin, tapi kamu tetap tersenyum dan mengiyakan kemauanku. Seperti itu lah kamu.. selalu iya.. meskipun kenyataannya tidak. Kamu selalu menomor satukan apapun yang ku pinta.
Seistimewa itu kah aku? Aku harap jawabannya adalah iya.

Dibioskop aku hanya diam memandangimu, tak bereaksi apapun, bukan karena terkesima oleh pesonamu seperti biasa.. tapi karena film yang ingin ku tonton sudah mulai, dan kita terlambat. Aku kecewa, tapi kamu menggenggam tanganku dan mengatakan kalimat sederhana namun mampu mengunci kekecewaanku.

Kejadian itu terulang kembali, kita selalu saja datang terlambat. Tapi kamu menggantikan kecewaku dengan kebahagiaan lain, yang lebih.. kebahagiaan yang kamu rancang untuku, kadang lebih indah dari pada kebahagiaan yang kurancang untuk diriku sendiri.

Kamu.. aku bahagia kamu di sisiku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.