Aku tidak tahu mengapa kata itu kadang hinggap difikiranku, entah aku menyesal untuk apa. Mungkin tentang mu yang tak lagi akan sama dalam ceritaku.
Aku menyesal untuk sebuah rindu yang hinggap di sudut hati itu, karena aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku tidak bisa mencari jalan keluar untuk melepaskannya. Aku dan rindu itu sama-sama terluka.
Membiarkan waktu menjauhkan mu dari sisi ku sungguh terasa sulit, aku tak terima.. tapi jika aku mengeluh pada mu, kamu yang balik marah dan mengatakan aku tak pernah dewasa. Aku ingat, kamu sering mengatakan aku tak dewasa, aku tak bisa mengertikan mu, aku tak bisa ini aku tak bisa itu, kesimpulannya aku nothing! Yah, setelah itu aku menangis, bukan karena kamu marah tapi karena ternyata selama ini kamu tak benar-benar tahu apa yang aku rasa. Aku cuma kecewa, aku nggak ngerti.. mengapa bisa kamu mengatakan aku nothing..Aku sadar kamu menganggapku hanya anak kecil yang tahunya merengek karena tak di temani, yang tahu nya nangis karena tak di telepon.. Tapi apa salah? salah jika aku menangis karena tak bisa menelepon mu bahkan tak di telepon mu sampai berminggu-minggu?? Di mana letak salah ku?? Tak bisa kah kamu benar-benar membaca hati ku dari setiap rengekanku bahwa di sana aku ingin menujukkan betapa berartinya kamu dan setiap hari aku ingin belajar dewasa agar kamu nyaman saat ber...
Komentar
Posting Komentar