Aku tidak tahu mengapa kata itu kadang hinggap difikiranku, entah aku menyesal untuk apa. Mungkin tentang mu yang tak lagi akan sama dalam ceritaku.
Aku menyesal untuk sebuah rindu yang hinggap di sudut hati itu, karena aku tidak bisa melakukan apapun untuknya. Aku tidak bisa mencari jalan keluar untuk melepaskannya. Aku dan rindu itu sama-sama terluka.
Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa, aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan, sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.
Komentar
Posting Komentar