Langsung ke konten utama

JARAK Itu Lagi

Aku harus terbangun dari mimpi indahku sekarang,
Waktu yang selalu kuhabiskan bersamanya akan kembali terbagi dengan kesibukannya,
Dan aku jelas harus menerima itu,
Kadang aku juga ingin menyibukan diri agar bisa memahami waktunya,
Agar aku tidak terus merengek memintanya lebih mengurusiku ketimbang apapun.

Tapi meskipun jarak menjauhkannya, itu takan berarti dia meninggalkanku sendirian?
Dia hanya sedang mempersiapkan kejutan bahagia untukku bukan? Sebuah kejutan adalah sesuatu yang dia kerjakan tanpa aku mengetahuinya.

Tapi entah mengapa hal yang sudah kupersiapkan seakan tak berarti saat semua terjadi,
Aku sudah mempersiapkan hatiku untuk baik-baik saja saat dia akan kembali dengan kesibukannya nanti,
Tapi rasanya aku belum siap,
Ada ketakutan luar biasa yang menyergap,
Aku takut kehilangannya saat aku terbangun di pagi hari, karena dia selalu memposisikan dirinya tetap ada.
Aku takut kehilangannya saat aku akan tertidur di malam hari, karena dia selalu memberikanku jutaan kalimat pengantar tidur.
Aku takut kehilangan dia setiap waktu yang selalu bertanya segala hal sepele hanya untuk tetap menemaniku.

Semua waktunya untukku, kini akan terbagi lagi dengan semua kesibukannya,
Kali ini jarak itu akan membawanya kembali pergi jauh dariku seperti dulu,

Aku tahu dia akan kembali ke sisiku lagi, semoga saat itu terjadi dia tetap menjadi kebahagiaanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.