Langsung ke konten utama

Ini Sulit

Membiarkan waktu menjauhkan mu dari sisi ku sungguh terasa sulit, aku tak terima.. tapi jika aku mengeluh pada mu, kamu yang balik marah dan mengatakan aku tak pernah dewasa.
Aku ingat, kamu sering mengatakan aku tak dewasa, aku tak bisa mengertikan mu, aku tak bisa ini aku tak bisa itu, kesimpulannya aku nothing! Yah, setelah itu aku menangis, bukan karena kamu marah tapi karena ternyata selama ini kamu tak benar-benar tahu apa yang aku rasa. Aku cuma kecewa, aku nggak ngerti.. mengapa bisa kamu mengatakan aku nothing..Aku sadar kamu menganggapku hanya anak kecil yang tahunya merengek karena tak di temani, yang tahu nya nangis karena tak di telepon.. Tapi apa salah? salah jika aku menangis karena tak bisa menelepon mu bahkan tak di telepon mu sampai berminggu-minggu?? Di mana letak salah ku??
Tak bisa kah kamu benar-benar membaca hati ku dari setiap rengekanku bahwa di sana aku ingin menujukkan betapa berartinya kamu dan setiap hari aku ingin belajar dewasa agar kamu nyaman saat bersama ku. Aku merengek karena aku ingin kamu peduli pada ku.. meski nyatanya kamu malah memarahiku..
Ini sulit, kamu nggak akan ngerti..

Komentar

  1. bukankan sudah pernah saya bilang jika saya tidak bisa marah sama kamu ?
    mungkin saat itu saya hanya ingin kamu mengerti keadaan dan situasi saya, namun kamu tidak faham maksud saya dan mengartikannya sebagai kemarahan..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.