Hari itu aku menerima pesanmu.. Pesan yang tak pernah terlintas dalam benakku.
Setelah bertahun-tahun akhirnya kamu meminta bertemu denganku kembali. Kamu hanya ingin melihatku.
Aku tak memberikan jawaban apapun, yang otakku lakukan hanya memutar semua kenangan bertahun-tahun itu.. Kenangan cinta pertamaku.
Hari itu kamu benar-benar datang menemuiku. Kamu datang khusus untuk melihatku. Aku tak percaya, sampai kamu berbicara dan duduk diam beberapa waktu lamanya. Kamu membuktikan kamu nyata.
Cerita dulu mulai mengalir lagi.. Bukan dari ku tapi darimu, kamu ternyata mengingat semuanya. Kamu bilang "jika aku mengingatmu, aku ingat bagaimana kuatnya kamu memperjuangkan semuanya, aku salut padamu"..
Aku cuma bisa melihatmu dengan sesekali tersenyum. Dulu ingin bertemu denganmu saja sulit. Tapi sekarang kamu yang menemuiku. Kenapa setelah bertahun-tahun kisah itu masih terus mengusik. Kenapa kamu tetap bertahan dalam kotak ingatan itu. Kenapa kamu membiarkan aku mengingatnya.
Sudah banyak bahagia dan tangis yang ku lewati. Tapi kenapa kenangan tentangmu meskipun sudah tak sama tetap ada. Aku masih bisa mengingatmu meskipun tanpa rasa. Padahal waktu tidak membungkus kisah itu dengan manis. Aku tak pernah menemukan apa-apa dalam kisah itu.
Sebelum pergi kamu mengucapkan sesuatu yang membuatku sakit. Hatiku seperti di cengkram tangan tak terlihat. Aku tidak ingin mendengarnya. Sesuatu yang menyangkut hatimu dan aku ada di sudut sana.
Hari itu aku ingin melupakannya.. Aku tidak ingin kenangan menyeretku kembali.
Komentar
Posting Komentar