Langsung ke konten utama

HARI YANG TAK KU DUGA

Hari itu aku menerima pesanmu.. Pesan yang tak pernah terlintas dalam benakku.
Setelah bertahun-tahun akhirnya kamu meminta bertemu denganku kembali. Kamu hanya ingin melihatku.
Aku tak memberikan jawaban apapun, yang otakku lakukan hanya memutar semua kenangan bertahun-tahun itu.. Kenangan cinta pertamaku.

Hari itu kamu benar-benar datang menemuiku. Kamu datang khusus untuk melihatku. Aku tak percaya, sampai kamu berbicara dan duduk diam beberapa waktu lamanya. Kamu membuktikan kamu nyata.

Cerita dulu mulai mengalir lagi.. Bukan dari ku tapi darimu, kamu ternyata mengingat semuanya. Kamu bilang "jika aku mengingatmu, aku ingat bagaimana kuatnya kamu memperjuangkan semuanya, aku salut padamu"..

Aku cuma bisa melihatmu dengan sesekali tersenyum. Dulu ingin bertemu denganmu saja sulit. Tapi sekarang kamu yang menemuiku. Kenapa setelah bertahun-tahun kisah itu masih terus mengusik. Kenapa kamu tetap bertahan dalam kotak ingatan itu. Kenapa kamu membiarkan aku mengingatnya.

Sudah banyak bahagia dan tangis yang ku lewati. Tapi kenapa kenangan tentangmu meskipun sudah tak sama tetap ada. Aku masih bisa mengingatmu meskipun tanpa rasa. Padahal waktu tidak membungkus kisah itu dengan manis. Aku tak pernah menemukan apa-apa dalam kisah itu.

Sebelum pergi kamu mengucapkan sesuatu yang membuatku sakit. Hatiku seperti di cengkram tangan tak terlihat. Aku tidak ingin mendengarnya. Sesuatu yang menyangkut hatimu dan aku ada di sudut sana.

Hari itu aku ingin melupakannya.. Aku tidak ingin kenangan menyeretku kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.