Waktu itu, kalau saja aku mengerti dan tidak pernah egois, mungkin aku tak akan melukainya.
Waktu itu, kalau saja aku tidak menahannya mungkin dia sudah menemukan bahagianyajauh di sana.
Waktu itu dan sekarang, aku yang bersalah memintanya untuk tetap sama, padahal aku sendiri yang telah merubah segalanya.
Apa yang sebenarnya aku inginkan? Kenapa rasa haus bahagiaku menyakitinya.
Kenapa aku tega membiarkannya melihatku berdiri membelakanginya. Kenapa tak ku biarkan saja dia pergi, kenapa aku memintanya menepati janji sedangkan aku mengingkarinya.
Segalanya sudah menjauh dan takan bisa ku hentikan.
Waktu sudah menunjukkan betapa egoisnya aku memintanya untuk tetap di sampingku.
Tidak! Aku tidak pernah melakukannya dengan sengaja. Aku tidak ingin melukainya meskipun aku ternyata luka itu sendiri.
Aku.. Maafkan aku.. Aku tidak akan membiarkan waktu kembali mengingatkannya tentangku.
Waktu itu dan sekarang.. Jelas aku membutuhkannya.
Tidak! Tidak untuk sesaat, tapi butuh.. Untuk segalanya..
Sekarang, aku akan menyeret diriku pergi bahkan bayanganku pun takan mampu melukainya lagi.
Aku pergi ya..
Komentar
Posting Komentar