Langsung ke konten utama

Flash Back 2

Aku pernah mendengar seseorang mengatakan, bahwa jika kita merindukan seseorang maka di suatu tempat ada seseorang yang sedang merindukan kita..

Ketika waktu mulai membuatku merindukan kamu, apa kamu sedang merindukan seseorang?
Aku selalu merindukan kamu dan selalu berharap kamu bisa merindukan aku. Harapan yang sampai sekarang aku tak pernah tahu bagaimana jawaban waktu dan kamu. Tapi jika tiba-tiba kamu menghubungi aku, aku selalu meyakini itu jika kamu sedang merindukan aku, paling tidak memikirkan aku.

Berbicara tentang memikirkan kamu.. jutaan tawa bisa tercipta cuma dengan hanya berimajinasi tentang kamu.
Berimajinasi bahwa setiap masuk sekolah, pagi-pagi  kamu sudah menunggu ku di gerbang masuk.. seperti yang selalu ku lakukan.
Mengajak ku makan bersama pas jam istirahat, meski nyatanya aku yang selalu penuh perjuangan untuk mendapatkan tempat duduk di kantin agar tak kehilangan moment saat kamu makan.
Mengajak ku pulang bareng, dan tak membiarkan aku selalu berjalan dibelakangmu.

Mengingat mu.. Bisa menjadi hal yang membuat air mata ku terus mengalir, mungkin karena aku begitu menginginkan mu namun tak sedikit pun aku ada di fikiranmu. Mungkin karena aku selalu memperhatikan mu namun tak sedikitpun kamu menatapku. Mungkin karena aku selalu merindukan mu namun tak sedikit pun kamu membayangkan aku. Mungkin, mungkin, mungkin dan mungkin... semua kemungkinan itu membuatku semakin cengeng.

Aku tak pernah melupakan satu hal pun yang menyangkut tentang dirimu. Bagaimana cara kamu berjalan, bagaimana ketika kamu tersenyum, bagaimana ekspresi wajah kamu ketika senang, bete bahkan marah. Bagaimana ngegemesinnya kamu kalau lagi bicara ngebahas soal musik sama temen-temen kamu lantas melihat gaya kamu yang seolah sedang memegangi gitar.
Semuanya aku tak bisa lupa.

Cerita tentang mu masih ada..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.