Setiap hari aku menyembunyikan tangis ku pada dunia.. Menahan air mataku agar tak terjatuh, agar semua orang tak menanyaiku, karena saat mereka tahu mereka akan terus bertanya padaku tanpa memperdulikan bagaimana yang ku rasa, mereka hanya ingin jawaban.. jawaban yang jika ku jawab hanya membuatku semakin terluka bukan baik-baik saja.
Saat malam, aku mencuri tangisku dalam gelap agar semua tak melihatku. Agar aku bisa menumpahkan segalanya tanpa ada yang ikut campur.. hanya antara aku dan tangisku yang kadang tak bisa ku hentikan.
Aku menangis karena satu hal yang membuat hatiku sakit..
Kamu..
Iya, itu kamu..
Tangis itu meluncur tanpa henti setiap kali mengingatmu, cuma kamu yang bisa hentikan tangisku.
Aku menangisi kisah ku, iya kisah ini miliku, kisah yang ku impikan bisa ku jalani bersamamu.. kita memang punya ikatan untuk menjalaninya, namun dengan lembaran kisah yang berbeda.. kisah milik mu.. kisah milik ku.. tak sama.
Saat malam, aku mencuri tangisku dalam gelap agar semua tak melihatku. Agar aku bisa menumpahkan segalanya tanpa ada yang ikut campur.. hanya antara aku dan tangisku yang kadang tak bisa ku hentikan.
Aku menangis karena satu hal yang membuat hatiku sakit..
Kamu..
Iya, itu kamu..
Tangis itu meluncur tanpa henti setiap kali mengingatmu, cuma kamu yang bisa hentikan tangisku.
Aku menangisi kisah ku, iya kisah ini miliku, kisah yang ku impikan bisa ku jalani bersamamu.. kita memang punya ikatan untuk menjalaninya, namun dengan lembaran kisah yang berbeda.. kisah milik mu.. kisah milik ku.. tak sama.
Komentar
Posting Komentar