Langsung ke konten utama

Kenangan

Hal yang tak pernah bisa mungkin hilang seumur hidup, meski kadang tak semuanya bisa di ingat.. karena kadang otak bahkan hati kita yang memilih sendiri untuk menyimmpan dan mengingat kenangan yang mana..
Aku punya miliaran kenangan di memori otakku yang besarnya berjuta-juta gigabyte. Mungkin kamu juga sama. Namun, ada sebuah kenangan manis yang tersimpan rapih dalam balutan hangat kenangan-kenangan manis yang menempati ruang sudut istimewa di hatiku. Kenangan tentang kamu.. Bukan kamu, kamu, kamu, tapi cukup satu nama Kamu. Iya, kamu yang menemaniku melihat bintang saat malam itu, ingat? Dan sadar jika itu kamu?
Malam itu, Ada dua bintang yang kita tunjuk untuk kita fokuskan melihat padanya, kenapa dua? karena aku memang tak sendiri, karena tepat di sampingku kamu duduk manis menemani. Untuk pertama kalinya kita menghabiskan malam bersama menikmati semilir hembusan angin malam yang dingin, untuk mendengarkan musik yang sebenarnya aku tak yakin kupingku bisa menerima semua untaian kata-kata yang mengalun mengiringi musiknya. Aku cuma tahu, malam itu kita sama-sama.
Aku bahkan tak peduli waktu, aku hany tahu ada dua objek yang menarik perhatiannku.. bintang dan Kamu.
Kenangan itu, mungkin milik kita yang berharga. Aku harap kamu setuju?
Karena aku tak tahu, kapan bisa membuat kenangan yang lebih indah lagi bersamamu.. Kamu yang tak pernah ku lihat lagi sejak malam itu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Sulit

Membiarkan waktu menjauhkan mu dari sisi ku sungguh terasa sulit, aku tak terima.. tapi jika aku mengeluh pada mu, kamu yang balik marah dan mengatakan aku tak pernah dewasa. Aku ingat, kamu sering mengatakan aku tak dewasa, aku tak bisa mengertikan mu, aku tak bisa ini aku tak bisa itu, kesimpulannya aku nothing! Yah, setelah itu aku menangis, bukan karena kamu marah tapi karena ternyata selama ini kamu tak benar-benar tahu apa yang aku rasa. Aku cuma kecewa, aku nggak ngerti.. mengapa bisa kamu mengatakan aku nothing..Aku sadar kamu menganggapku hanya anak kecil yang tahunya merengek karena tak di temani, yang tahu nya nangis karena tak di telepon.. Tapi apa salah? salah jika aku menangis karena tak bisa menelepon mu bahkan tak di telepon mu sampai berminggu-minggu?? Di mana letak salah ku?? Tak bisa kah kamu benar-benar membaca hati ku dari setiap rengekanku bahwa di sana aku ingin menujukkan betapa berartinya kamu dan setiap hari aku ingin belajar dewasa agar kamu nyaman saat ber...

Maaf

Entah mengapa aku mulai tak suka dengan kata Maaf.. Kata yang menyadarkan aku bahwa kamu tak akan ada di sisi ku. Setiap kamu mengatakan kata maaf kamu tak akan datang, kamu tak akan menelepon kamu tak akan ini itu, kamu akan menghilang. Aku semakin tak menyukai kata Maaf, karena kamu terlalu sering mengucapkannya, dan semakin sering, kamu semakin sering membuatku sedih. Aku tahu, kamu lebih baik memilih kata maaf dari pada meninggalkanku tanpa kabar.. Aku tahu, aku tahu.. Tapi yang aku ingin tahu kamu hanya sudah berdiri di depanku, tanpa maaf.. Saat kamu tak bisa datang, aku mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa menelepon, aku masih mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa membalas pesan ku, aku masih coba mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu menghilang tanpa kabar berminggu-minggu, aku masih berusaha coba mengerti kata Maaf mu.. Kenapa aku bisa sekuat itu? Jawabannya sederhana, karena aku mencintaimu.. Sampai entah mulai sejak kapan kata Maaf mu seperti sesuatu yang ...

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu