Langsung ke konten utama

Flash Back

4 Agustus 2005..
Hari itu aku melihatmu berdiri diantara kerumunan siswa lain di depan perpustakaan. Kamu yang paling menarik, meski tanpa senyum bibirmu terlihat indah, meski tak memandangiku matamu terlihat indah. Untuk pertama kalinya, hatiku jatuh untuk kamu..
Aku mulai norak bertanya pada semua orang yang tentunya mereka tahu tentang kamu. Pertanyaan-pertanyaan apapun yang ku ajukan, mereka bisa menjawabnya dengan panjang lebar. Kenapa? karena mereka fans mu juga, mmm juga? berarti aku juga sudah menjadi fans mu.
Dimana ada kamu, di sana ada belasan siswi yang berkerumun untuk menyoraki namamu, bahkan membicarakan apa saja tentangmu. Cuma tentang kamu, satu orang yang tak habisnya untuk di bahas. Dari mulai rambutmu yang warnanya sedikit pirang, kulitmu yang putih, perawakanmu yang tinggi kurus itu, matamu yang teduh, bibirmu yang kecil namun berwarna natural, wajahmu yang tentunya tampan.
Aku mulai mengikutimu setiap pulang sekolah, diam.. tak norak seperti mereka yang masih saja meneriaki namamu meskipun tak kamu beri senyum sedikitpun pada mereka.
Aku mulai memandangi kelasmu setiap pagi masuk sekolah,diam.. tak berisik seperti mereka yang pagi-pagi sudah ngantri dikelasmu untuk melihat sunrise.
Aku mulai memakan makanan yang kamu pesan, diam.. tak centil seperti mereka yang memberimu makanan ini itu, meski akhirnya teman-temanmu yang memakannya.

Sejak hari itu aku terus berjalan di belakangmu, diam.. mulai menikmati punggungmu. Punggung pangeran impianku.

Kamu itu cueknya luar biasa. Dinginya melebihi kutub utara! kutub utara? iya, aku ingat.. Aku memberimu nama Beruang kutub.

Untuk mendekati kamu itu perjuangannya bukan main, sungguh sulit. Kamu tak bisa ditebak, kamu seperti hidup di duniamu sendiri. Tapi anehnya, aku semakin tertarik untuk memasuki duniamu.

Cerita tentang mu masih ada..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Sulit

Membiarkan waktu menjauhkan mu dari sisi ku sungguh terasa sulit, aku tak terima.. tapi jika aku mengeluh pada mu, kamu yang balik marah dan mengatakan aku tak pernah dewasa. Aku ingat, kamu sering mengatakan aku tak dewasa, aku tak bisa mengertikan mu, aku tak bisa ini aku tak bisa itu, kesimpulannya aku nothing! Yah, setelah itu aku menangis, bukan karena kamu marah tapi karena ternyata selama ini kamu tak benar-benar tahu apa yang aku rasa. Aku cuma kecewa, aku nggak ngerti.. mengapa bisa kamu mengatakan aku nothing..Aku sadar kamu menganggapku hanya anak kecil yang tahunya merengek karena tak di temani, yang tahu nya nangis karena tak di telepon.. Tapi apa salah? salah jika aku menangis karena tak bisa menelepon mu bahkan tak di telepon mu sampai berminggu-minggu?? Di mana letak salah ku?? Tak bisa kah kamu benar-benar membaca hati ku dari setiap rengekanku bahwa di sana aku ingin menujukkan betapa berartinya kamu dan setiap hari aku ingin belajar dewasa agar kamu nyaman saat ber...

Maaf

Entah mengapa aku mulai tak suka dengan kata Maaf.. Kata yang menyadarkan aku bahwa kamu tak akan ada di sisi ku. Setiap kamu mengatakan kata maaf kamu tak akan datang, kamu tak akan menelepon kamu tak akan ini itu, kamu akan menghilang. Aku semakin tak menyukai kata Maaf, karena kamu terlalu sering mengucapkannya, dan semakin sering, kamu semakin sering membuatku sedih. Aku tahu, kamu lebih baik memilih kata maaf dari pada meninggalkanku tanpa kabar.. Aku tahu, aku tahu.. Tapi yang aku ingin tahu kamu hanya sudah berdiri di depanku, tanpa maaf.. Saat kamu tak bisa datang, aku mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa menelepon, aku masih mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa membalas pesan ku, aku masih coba mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu menghilang tanpa kabar berminggu-minggu, aku masih berusaha coba mengerti kata Maaf mu.. Kenapa aku bisa sekuat itu? Jawabannya sederhana, karena aku mencintaimu.. Sampai entah mulai sejak kapan kata Maaf mu seperti sesuatu yang ...

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu