Langsung ke konten utama

First Love

Entah kenapa lembaran kisah dulu terselip dalam ingatan, otakku memflash back semua hal yg bisa ku ingat.. ah, ternyata aku masih mengingatnya.. first love..

Heii apa kabarnya kamu??
Dimna kmu sekarang??
Masih ingat denganku? Cewek yang nekat menyukai kamu.. kenapa bisa nekat? Karena kamu sempurna.. pria tersempurna yang pernah ku lihat.. senyum mu itu terlalu indah.. heii.. aku bahkan merasa bisa melihat senyum kamu saat ini.

Aku juga ingat kamu pernah bertanya "Apa yang kamu sukai dari ku?" Pertanyaan yang kamu ajukan saat kita akhirnya bisa duduk bersama.
"Apa yang aku sukai?" Jawabannya, "Semuanya yang ada di dirimu aku suka."

Apa kamu pernah mengingatku sekali saja, tak apa jika di ingat sebagai cewek pengganggu yang kerjaannya suka titip-titip-in salam ke semua orang untuk kamu.. haha, norak ya.

Heii.. Tiba-tiba aku kangen cerita itu.. kangen pas aku jadi paparazi untuk buntutin kamu meski kamu cueknya luar biasa, kangen ekspresi wajah kamu pas kamu kesel karena lihat wajah aku terus di sekitar kamu, kangen tatapan datar kamu saat mandang aku.. bahkan aku kangen saat kamu tersenyum meski bersama wanita lain.

Heii Apa kamu juga ingat, akhirnya setelah lama menunggu, kamu pernah mengirimi ku sebuah pesan yang sampai sekarang ku simpan.. isinya.. "izinkan kebusukanku ku tebus dengan rasa sayang padamu." Pesan yang ku baca berulang2.. namun ku tolak untuk menerima sayangmu. Aku menyesal atau tidak, aku tak tahu.. tapi entah kenapa tawaran yang seharusnya ku jawab iya malah ku biarkan pergi. Maaf. Mungkin semua sudah berbeda.

Heii apa kamu masih ingat di lembaran kisah pertemuan kita terakhir??
Untuk pertama kalinya kita bicara cuma berdua. Kamu bahkan mengumbar senyum untukku..kita tertawa sama-sama mengingat hal konyol saat SMP.

Aku mungkin tak akan pernah lupa.. Tapi aku tak yakin kamu ingat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

Maaf

Entah mengapa aku mulai tak suka dengan kata Maaf.. Kata yang menyadarkan aku bahwa kamu tak akan ada di sisi ku. Setiap kamu mengatakan kata maaf kamu tak akan datang, kamu tak akan menelepon kamu tak akan ini itu, kamu akan menghilang. Aku semakin tak menyukai kata Maaf, karena kamu terlalu sering mengucapkannya, dan semakin sering, kamu semakin sering membuatku sedih. Aku tahu, kamu lebih baik memilih kata maaf dari pada meninggalkanku tanpa kabar.. Aku tahu, aku tahu.. Tapi yang aku ingin tahu kamu hanya sudah berdiri di depanku, tanpa maaf.. Saat kamu tak bisa datang, aku mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa menelepon, aku masih mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu tak bisa membalas pesan ku, aku masih coba mengerti kata Maaf mu.. Saat kamu menghilang tanpa kabar berminggu-minggu, aku masih berusaha coba mengerti kata Maaf mu.. Kenapa aku bisa sekuat itu? Jawabannya sederhana, karena aku mencintaimu.. Sampai entah mulai sejak kapan kata Maaf mu seperti sesuatu yang ...