Langsung ke konten utama

Hari Ini Aku Akan Ingat Selamanya

Dia berdiri tak jauh dari tempatku, tak lama Ia mendekat, jantungku bergemuruh hebat, konsentrasiku buyar.. sejuta kata-kata yang ingin ku tanyakan padanya lenyap entah terbang kemana, sementara dia sudah semakin dekat.
Aku yang pertama kali tersenyum ketika Dia sudah di depanku, hanya tersenyum.. bibirku tak bisa melakukan lebih. sementara mataku tak bisa lepas memandanginya. Dan dia? mungkin sama denganku.. sama-sama kikuk..

Dia duduk di sebelahku, tapi tetap tak ada obrolan apapun.. Aku mencuri pandang padanya, saat dia melakukan hal yang sama dan mata kita bertemu, semua menjadi lebih lucu bagiku.. seperti dua anak kecil yang bodoh!

Aku yang pertama memegang tangannya, tangan yang kurindukan sejak bertahun-tahun, tangannya hangat dan memebuatku nyaman. Dia mungkin bingung mengapa aku seberani itu.. aku juga bingung yang aku tahu aku hanya ingin memegangnya!

Kita masih diam.. samapai obrolan basi basi itu keluar, seperti panas banget ya? di sini ramai? haha.. terlalu konyol menurutku, namun ku ikuti saja obrolan itu hingga semua menjadi mengalir dan kita lebih rileks untuk saling berbicara meskipun belum berani saling menatap..

Semua terlalu singkat, namun pegangan itu ku eratkan saat Ia akan kembali meninggalkanku sendirian.. Aku takut waktu menjauhkan dia terlalu lama lagi..

Dan waktu memang menang.. Butuh ribuan hari.. untuk menanti pertemuan itu kembali..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Apa-Apa

Tidak apa-apa kan jika aku merindukannya diam-diam? Aku tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Tidak ada yang percaya juga tidak apa-apa,  aku tidak peduli. Aku hanya ingin merasakannya saja. Kau yang kurindukan,  sudah sejauh apa kau melarikan diri dariku? Sudah sembuhkan luka yang pernah aku tinggalkan? Betapa egoisnya aku karena masih merindukanmu. Mungkin jika kau tahu, kau takan memaafkanku. Kau akan menertawakanku. Tidak apa-apa.. Aku tidak perlu rasa percayamu. Aku hanya yakin pada rinduku. Karena aku tidak hanya sekali merindukanmu. Aku selalu menahan rindu-rindu itu untuk diriku sendiri. Karena bagaimana bisa aku tidak merindukanmu? Orang yang pernah menghangatkan hatiku. Jika tidak ada yang bisa kau percayai dari diriku lagi. Cukup percaya aku merindukanmu sepenuh hatiku.

Janjimu

Aku masih ingat semua janjimu Tentang bagaimana kuatnya rasamu untuk tetap menyayangiku Bagaimana bertahannya kamu untuk menjadi benteng pelindungku Meski kita tak lagi berbagi rasa itu.. Tapi janjimu, kamu akan melupakannya bukan? Dan memberikannya pada orang lain Aku tidak ingin kamu menggantikan aku dengan siapapun Aku ingin janjimu tetap milik ku Aku ingin kamu tetap untukku bagaimanapun keadaan kita.. Aku pernah melepaskanmu, tapi aku tidak pernah bisa melepaskanmu. Aku berpura-pura baik saat kamu mulai menjauh Aku tidak sekuat itu ! Aku ingin kamu tetap disini Satu langit bersamaku Jangan meninggalkanku Tetaplah menjadi janji itu

KEPERGIAN

Tempat duduk berderet itu masih kosong, hanya ada aku dan seseorang yang tiba-tiba menggenggam tanganku dengan hangat saat itu, sebelum kereta yang ku tunggu tiba. Aku menatapnya sambil tersenyum menunggunya mengatakan sesuatu,  tapi dia tetap saja diam dan memandangiku. Aku tahu dia belum bisa melepaskan kepergianku tapi dia tidak bisa mengatakan apapun dan tak ada juga yang bisa kukatakan. Kita tahu akhir dari cerita ini tidak akan sempurna, tapi mungkin kita masih berharap dapat melakukan sesuatu untuk kita kenang kelak. Seperti kau yang ingin mengantar kepergianku meskipun sulit untukmu dan untukku. Aku masih merindukan kota itu dan ceritamu,  tapi setelah kereta keberangkatanku tiba,  semuanya akan ku tinggalkan dalam duka. Aku pergi dan kau tak perlu bersedih, tak ada yang bisa ku lakulan untuk luka yang terlanjur perih. Kepergianku kali ini tak akan pernah lagi membuatku tersenyum ketika suatu hari kita dipertemukan oleh keadaan atau kebetulan.